AdsNuffnang

Tips Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Bagi penderita penyakit diabetes dengan kadar gula yang tinggi dianjurkan untuk tidak menjalani puasa selama bulan Ramadhan

Otak Wanita dan Lelaki Sulit Terhubung saat Bekerja Sama?

Study yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menjelaskan, saat ada dua orang lelaki yang bekerja sama

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Air Lemon

Sekarang ini, minum air lemon seakan menjadi cara paling trendi untuk memulai hari. Namun..

5 Pemakanan Untuk Atasi Permasalahan Kulit

Merawat kulit wajah menjadi rutiniti penting bagi wanita agar tetap terlihat menarik dan tampak lebih muda meski tidak menggunakan

Anda Susah Tidur? Berpelukanlah

Ungkapan rasa sayang dan cinta akan tersalurkan dengan sempurna lewat sebuah pelukan. Selain boleh menenangkan perasaan

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

Otak Wanita dan Lelaki Sulit Terhubung saat Bekerja Sama?


Bloggercare - Study yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menjelaskan, saat ada dua orang lelaki yang bekerja sama, otak mereka mampu terhubung satu sama lain, begitu juga ketika dua wanita melakukan kerja sama tim, otak mereka mudah menjadi terhubung satu sama lain.

Sayangnya, saat yang bekerja sama adalah tim yang terdiri atas lelaki dan wanita, aktiviti otak mereka sulit bahkan tidak sync.

"Tidak sync di sini berarti ada beberapa perbedaan dalam cara berpikir saat lelaki dan wanita bekerja sama, sehingga butuh waktu lebih lama untuk boleh kompak," kata Dr. Allan Reiss, seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford university School of Medicine, dan penulis senior studi tersebut.

Dalam study tersebut, para peneliti ingin memahami apa yang terjadi di otak ketika lelaki dan wanita diharuskan bekerja sama atau melakukan aktiviti secara bersama-sama. Mereka melakukan scan otak pada 111 pasang peserta, yang diminta untuk saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas komputer.

Sebanyak 39 pasangan terdiri atas dua lelaki, 34 pasang terdiri atas satu lelaki dan satu wanita, 38 pasang terdiri atas dua wanita.

Tak satu pun dari peserta saling kenal sebelum melakukan percobaan, para peneliti mencatat. Tiap pasangan diberi 40 kali percobaan untuk menyinkronkan waktu mereka dan berapa cepat mereka dapat melakukannya.

Para peneliti menggunakan teknik pencitraan yang disebut "hyperscanning" untuk mengukur aktiviti otak setiap orang selama tugas. Hyperscanning boleh dilakukan baik saat peserta duduk tegak maupun bergerak.

Para peneliti menemukan bahwa dalam pasangan sesama jenis, aktiviti otak mereka relatif sama dan mudah tersinkronisasi.

Sebaliknya, dalam pasangan berbeda jenis, para peneliti tidak menemui sinkronisasi aktiviti otak, yang selanjutnya menunjukkan bahwa setiap jenis kelamin memiliki strategi kognitif yang berbeda ketika mereka diminta untuk bekerja sama, kata Joseph Baker, seorang psikiatri dan peneliti postdoctoral di Stanford, yang juga penulis dari studi tersebut.

Studi ini merupakan temuan pertama dalam bidang ini dan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mekanisme otak yang mendasari kerja sama antara lelaki dan wanita, kata para peneliti.

Dan dalam studi ini mereka hanya mempelajari satu jenis tugas untuk kerja sama, sehingga ada kemungkinan, tugas-tugas yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda.

Namun, studi ini menjelaskan bagaimana otak lelaki dan otak wanita sebenarnya berevolusi untuk tugas yang berbeda, menurut penelitian ini. Misalnya, sejak dahulu laki-laki terbiasa berburu dan perang, sehingga akan berbeda dengan evolusi otak wanita yang terbiasa bercocok tanam.

Selain itu, temuan ini dirahapkan dapat membantu orang-orang yang memiliki masalah interaksi dengan orang lain, seperti pada kasus autisme.

"Orang-orang dengan autisme memiliki masalah kognisi sosial," kata Baker. Para peneliti berharap, boleh mempelajari lebih lanjut tentang neurologi kerja sama, sehingga mereka mungkin bisa merancang terapi yang lebih efektif untuk orang-orang dengan autisme, katanya.

Minggu, 22 November 2015

5 Pemakanan Untuk Atasi Permasalahan Kulit


Youfacom.com - Merawat kulit wajah menjadi rutiniti penting bagi wanita agar tetap terlihat menarik dan tampak lebih muda meski tidak menggunakan riasan. Namun tak boleh ditampik, berbagai permasalahan kulit seperti kusam, kering, meradang akibat jerawat serta keriput kerap kali menghampiri dan membuat para wanita bekerja lebih ekstra dalam merawat wajahnya.

Dijelaskan oleh Nikki Ostrower sebagai ahli gizi di NAO Nutrition New York, mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Ia kemudian mengungkapkan beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi berdasarkan jenis permasalahan kulit yang di alami. Apa saja?

1. Kulit Kering
Kulit kering biasanya terjadi ketika suhu udara menjadi dingin. Nikki menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti alpukat, minyak zaitun, dan minyak kelapa. Makanan ini berguna untuk menambahkan kelembaban pada kulit.

2. Kulit Memerah
Warna kulit kemerahan yang boleh disebabkan karena jerawat meradang boleh diatas dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan omega 3 seperti salmon, bayam, dan chia seeds. "Omega 3 mempunyai kandungan anti radang dan dikenal sebagai pereda radang dan membantu meredakan penyakit kulit seperti eczema, psoriasis, dan rosacea," ungkap Nikki sumber dari InStyle.

3. Wajah Kusam
Saat kurang istirahat atau berada di wilayah yang udaranya dingin, rona alami pada kulit perlahan-lahan mulai memudar. Bila hal ini terjadi, Nikki menyarankan untuk mengkonsumsi vitamin C yang terdapat pada limau, paprika, strawberry, lemon, dan brokoli. Vitamin C juga membuat kulit lebih kencang, menghilangkan noda hitam, dan mengurangi dampak negatif pada wajah akibat terkena polusi.

4. Jerawat
Jerawat adalah salah satu permasalahan kulit yang paling menjengkelkan. Untuk mencegah jerawat timbul lebih banyak, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti labu, halia, telur, dan oyster boleh menjadi salah satu pilihan.

"Zat besi adalah salah satu mineral paling penting untuk kesehatan kulit, terutama bagi wanita yang mengalami masalah jerawat," kata Nikki lagi.

5. Kedutan
Jika Anda mulai dihadapi dengan permasalahan kulit kedut dan tanda-tanda penuaan mulai muncul, lawanlah dengan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung silica. Beberapa di antaranya terdapat pada celery, daun bawang, dan mango untuk menguatkan lapisan kulit yang mulai kendur. Selain itu, makanan yang mengandung vitamin E seperti tomato, almond, dan peach juga membantu proses penuaan kulit karena mengandung anti oksidan yang mempercepat regenerasi kulit.